Kalau
berkesempatan jalan-jalan ke Korea Selatan, khususnya ke Seoul, kayanya belum
lengkap kalau enggak mencoba jajanan alias makanan yang dijual di tenda-tenda
pinggir jalan. Soalnya jajanan pinggir jalan ini memang terkenal banget akan
kenikmatan dan keanekaragamannya. Makanya Seoul juga sering disebut sebagai
surganya makanan. Selain rasanya yang yummy, harganya pun cukup terjangkau dan
gampang banget ditemukan. Khususnya di daerah pusat perbelanjaan. Pokoknya
dijamin bikin ngiler pengin coba. Hi-hi-hi....
Ddeobokki
Ddeobokki
ini adalah kue beras yang teksturnya kenyal mirip ulen dan dimasak dengan saus
pedas yang terbuat dari pasta cabai khas Korea (gocujang) dan bubuk cabai juga
bawang bombay dan daun bawang. Kita bisa menikmati ddeobokki langsung di warung
tendanya atau dibawa pulang menggunakan gelas kertas. Di beberapa rumah makan,
ada juga yang menjual ddeobokki yang divariasikan dengan ramen, telur, sosis
bahkan keju mozarella di atasnya. Satu porsi ddeobokki biasa bisa kita dapatkan
dengan harga 2.500 -3.500 Won atau
sekitar Rp20 - 0 ribu.
Hoeddokk
Sejenis
pancake tapi digoreng dengan minyak dan berisi adonan kacang tanah, biji wijen
djuga madu yang dihaluskan. Terkadang ada juga variasi lain yang berisi sayuran
atau versi asin. Hoeddokk yang paling terkenal ada di daerah Insadong. Makanan
ini juga jadi favorit banget saat musim dingin tiba, soalnya paling enak
dimakan panas-panas. Satu buah hoeddokk harganya 900 Won atau sekitar Rp 7.000
-8.000.
Kkochi
Eomuk
Eomuk
artinya kue ikan, kkochi eomuk berarti kue ikan yang ditusuk mirip sate.
Terbuat dari adonan tepung terigu dan ikan yang kemudian di masak dalam kuah
kaldu yang terbuat dari lobak, rumput laut dan bumbu lain yang jadi rahasia
sekaligus ciri khas masing-masing penjual. Biasanya dimakan dengan dicelupkan
sedikit pada kecap asin, dan kuah kaldunya diminum memakai gelas kertas.
Harganya berkisar antara 700 - 1000 Won atau sekitar Rp 6 - 8 ribu.
Twigim
Twgim
bisa dibilang gorengan kalau di Indonesia atau tempura kalau di Jepang.
Initinya adalah makanan yang dibalut adonan tepung dan digoreng dengan minyak
yang banyak hingga garing. Jenisnya bnayak, ada yang beruba sayuran, ubi,
cabai, udang, gurita, sampai belut. Biasanya dimakan dengan dicelupkan pada
kecap asin atau disiram dengan sedikit saus pedas ddeobokki. Satu porsi
biasanya dijual seharga 2.000 - 3.000 won atau Rp 16 - 24 ribu.
Hewori
Gamja
Gamja
artinya kentang. Hewori gamja maksudnya adalah kentang tornado. Dinamakan
begitu karena bentuknya yang melingkar spiral seperti angin tornado. Dibuat
dari satu buah kentang yang dipotong tipis kemudian ditancapkan pada tusukan
dan dicelupkan pada adonan tepung lalu digoreng hingga garing. Biar tambah
yummy, biasanya suka diberi bumbu seperti kentang goreng, dengan berbagai rasa.
Daerah Myeongdong dan Hyehwa adalah dua tempat yang terkenal akan hewori
gamjanya yang nikmat. Satu tusuk hweori gamja dihargai antara 2.500 -3.000 Won
atau sekitar Rp20 -25 ribu.
Bongeobbang
Ini
adalah roti yang berbentuk ikan dan berisi adoanan kacang merah yang manis. Bentuk ikan dari roti ini
melambangkan keberuntungan dan disukai banget sama anak-anak. Rasa rotinya
sendiri manis, mirip dengan pancake dan bisa banget bikin kita kenyang.
Bongeobbang biasanya dijual dengan harga kurang dari 2.000 Won atau kurang dari
Rp 16.000
Mandu
Mandu
artinya pangsit. Tapi pangsit Korea ini beda dengan pangsit di Indonesia, lebih
mirip dengan pangsit khas China. Mandu ini ada yang ukurannya kecil dan ada
yang besar. Isinya pun beragam. Mulai dari yang manis seperti adonan kacang
merah sampai yang gurih atau asin seperti daging, mie dan kimchi. Mandu ini
juga bisa digoreng atau dikukus, sesuai dengan selera kita. Tergantung dari
ukuran dan isinya, satu porsi mandu biasanya dibanrol seharaga 1.000 - 2.000
Won atau sekitar Rp8.000 - 16.000.
Source: http://www.kawankumagz.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar