FF
IMAGINE
part. 2
Cast : Park Yeon Young (as you), Kim Joon Myeon(Exo), Leeteuk/Park
Jungsu (Super Junior)(Park Yeon Young Oppa) , Lim Sung Ra (as your friend) ,
Kim Jong Dae (Exo), No Minwoo (Boyfriend)(as your friend), Henry Lau (Super
Junior)(Sasangnim, Leeteuk chingu), Kang So Ra
Author : @Ernizya_andini
Genre : Romance, Family, Friendship, Friendzone(?)
Typo betebaran /wakwaw /
Story :
Author pov
Brukk
“OMO!!” teriak Yeon Young
Seorang yeoja menabrak oppa-nya, sontak Yeon Young langsung
menolong Oppa-nya itu.
“Ya! Kau ini kenapa? Jalanan sudah dibuat lurus kau bisa-bisanya
menabrak Oppaku eoh? Apa salah oppa-ku Huh?!” teriak Yeon Young
“Yeodongsaeng-ah gwenchana..” jawab Leeteuk
“Ah.. Ahjussi jwesonghamnida <formal>” ucap yeoja ini sambil
membungkukkan badannya dengan sopan.
“Enak sekali meminta maaf” jawab Yeon Young ketus
Seketika Leeteuk langsung menutup mulut yeodongsaeng-nya yang
memiliki lisan pedas itu
“Ahh tidak apa-apa..” jawab Leeteuk
Yeon Young yang kesal langsung melepaskan tangan oppa-nya dari
mulut-nya dan beranjak pergi ke arah mobil, dan Leeteuk langsung mengejarnya,
takut Yeodongsaeng-nya diculik orang(?)
Yeon Young mengercutkan bibir-nya yang menandakan ia sudah kelewat
kesal.
Yeon Young pov
Apa-apaan! Untuk apa ada hukum didunia ini kalau segala-nya bisa
diselesaikan dengan kata-kata “MAAF”?
“Yeodongsaeng-ah..” teriak Leeteuk oppa
“Cepat buka pintu mobil, aku ingin pulang dan tidur, besok aku
harus pergi sekolah” jawabku dengan nada datar
Di mobil
“Aku tidak suka yeoja seperti itu, kelihatan-nya hanya mencari
perhatian” kataku
“Jangan seperti itu Yeodongsaeng-ah..”
“NE..”
Oppa hanya menaikkan alisnya dan tersenyum
Author pov
Keesokan harinya
Hari berjalan seperti biasanya Yeon Young yang susah dibangun-kan
, perdebatan kecil di pagi hari canda tawa mereka di pagi hari.
Disekolah , tepatnya dikelas saat bel sudah berbunyi, Henry
sasangnim datang diikuti seorang yeoja
“Nuguya?” ungkap Yeon Young kepada kedua temannya
“Molla..” jawab Sung Ra yang di-angguki oleh Minwoo
Yeon Young tidak begitu memperhatikan yeoja yang memasuki
kelas-nya itu. Ia tetap fokus menatap layar laptop-nya, entah apa yang ia
lihat.
“Ini sasannim pengganti baru kalian. Silahkan perkenalkan diri
anda” ucap henry sasangnim yang membuat Yeon Young tertarik sehingga ia mulai
memperhatikan yeoja yang daritadi tertunduk ini.
“Annyeong, Kang So Ra imnida, senang bertemu kalian.” Ucap yeoja
ini sambil tersenyum.
“Mwo? Bukankah ini yeoja yang menabrak oppa tadi malam?” batin
Yeon Young
“Berhubung sasangnim Biologi / Eunhyuk sasangnim sedang tidak
berada di Korea maka Kang So Ra akan menggantikan-nya” lanjut Henry sasangnim
Yeon Young menatap yeoja didepan-nya ini dengan tatapan sinis-nya
“Park Yeon Young, waeyo?” Tanya Henry
“Darimana kau mendapatkan guru pengganti seperti dia? Apa kau
yakin dengan yeoja ini?, maksud-ku apakah yeoja ini bisa mengajari kita dengan
baik? ” Tanya Yeon Young dengan rasa tidak bersalah-nya
Sung Ra dan Minwoo langsung menelan saliva-nya sedangkan Henry
menaikkan sebelah alisnya yang mengartikan “maksudnya apa?”
Sedangkan Minwoo menyikut Yeon Young untuk memastikan kalau Yeon
Young hanya bercanda, lebih tepat-nya Minwoo dan Sung Ra mengira kalau Yeon
Young hanya bercanda.
Namun jika dilihat dari
tatapan dan ekspresi-nya Yeon Young tidak sedang bercanda, lebih tepatnya ia
memasang ekspresi menantang dan sinis andalan-nya, alih-alih menjawab
pertanyaan Yeon Young. Henry malah mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan
bahwa ia masih memiliki urusan di Kantor guru.
“Atas dasar apa
Henry oppa mengalihkan pembicaraan seperti itu huh?, lebih baik aku memainkan
tab-ku daripada harus mendengarkan perkataan yeoja yang sekarang memiliki
jabatan sebagai guru pengganti ini” batin Yeon Young
Disaat Yeon Young sedang asik memainkan tab-nya.
“Em.. Park Yeon Young, bisakah kau menyimpan tab-mu dan
memperhatikan pelajaran?” ucap Kang So Ra dengan sopan dan tersenyum
Diperlakukan
seperti itu Park Yeon Young tambah sebal, ‘Sok baik’ batin Yeon Young.
“HMmmm…” jawab Yeon Young, dan dengan terpaksa ia memasukkan
tab-nya kedalam tas dan mulai melihat ke arah papan tulis lebih tepatnya
pura-pura memperhatikan. Lagi-lagi Kang So Ra tersenyum, dan membuat Yeon Young
makin sebal dengan ulah-nya.
Bel berbunyi
menandakan waktu untuk istirahat, sebelum Kang So Ra selesai menutup pelajaran
Park Yeon Young lansgung berdiri dan keluar kelas, Kang So Ra hanya bisa diam
dengan tindakan yang dilakukan Yeon Young.
Kang So Ra pov
Aku ingat sekarang,
dia anak yang tadi malam bertemu denganku di Han River. Aku menabrak Oppa-nya
tadi malam dan Ia marah. Segitu marah-nya kah dia?
Lim Sung Ra pov
Aku dan Minwoo
mencari Yeon Young, mungkin ia di kantin. Betul. Ia dikantin, aku dan Minwoo
langsung menghampiri-nya dan ingin menanyakan ada apa dengan-nya, mengapa ia
seperti tidak suka dengan sasangnim pengganti itu.
“Kau?..” ucap
Minwoo yang langsung dipotong dengan Yeon Young
“Jangan bahas
tentang Yeoja itu, aku sedang tidak mood”
Minwoo langsung terdiam, siapa yang berani mencari gara-gara
dengan-nya saat ia sedang seperti ini? Membicarakan ini aku jadi ingat Shin Ri
Rin, sunbae yang pernah diamuk oleh Yeon Young, tapi anak itu sudah lulus dan
rumor-nya pindah ke Jepang untuk melanjutkan SMA-nya disana
Flashback
Author pov
Saat itu jam
istirahat, Yeon Young sedang memakan ice cream-nya dan sedang tertawa bersama
Sung Ra dan Minwoo. Yeon Young awal-nya sedang tidak mood namun lama kelamaan
Mood-nya sudah kembali.
“Park Yeon Young kau ini kenapa sih kalau melihat orang sinis
seperti itu” ungkap Shin Ri Rin sambil menggebrak meja tempat mereka bertiga.
“Masalah?” balas Yeon Young dengan santai namun berkesan menantang
“Kau siapa berani berbicara seperti itu kepadaku hah?!” Teriak
Shin Ri Rin dengan kesal dan membuat perhatian seluruh kantin.
“Kau sudah tau namaku kan? Park Yeon Young, apa aku perlu
mengajarimu untuk mengeja namaku?” jawab Yeon Young dengan nada yang sedikit di
naik-kan
“Aku ini sunbae-mu kau harus bersikap baik kepadaku, setidak-nya
kau harus membungkuk jika bertemu denganku!” teriak Shin Ri Rin sambil
menggebrak meja.
Yeon Young berdiri
dan menggebrak meja “Aku tidak peduli kau siapa, walaupun kau ini sunbae. Kau
bukan siapa siapa! Sunbae itu memberi contoh yang baik! Bukan seperti ini!
PABO!” bentak Yeon Young.
Keesekokan hari-nya
Shin Ri Rin mendatangin Yeon Young ke kelas-nya. Shin Ri Rin membawa
teman-temannya. Shin Ri Rin merasa tidak terima karna telak ia kalah dengan
Yeon Young di kantin.
Perang hari ini menyebabkan
kerusakan fasilitas dikelas-nya karna entah mungkin 5 kursi dan 1 meja dilempar
Yeon Young yang memang sedang memiliki masalah dari rumah. Itu membuat Shin Ri
Rin dan teman-temannya harus mendekap di
UKS karena lebam di tubuh-nya akibat ulah Yeon Young yang melempar meja dan
kursi. Itu membuat orang tua Shin Ri Rin datang kesekolah , namun jelas Yeon
Young yang menang karena para sasangnim berpihak pada Yeon Young dan Shin Ri
Rin yang memancing emosi-nya
Flashback end
Minwoo pov
Seperti-nya Yeon
Young memiliki masalah dengan So Ra sasangnim, namun baru saja aku ingin
bertanya namun ia sudah menjawab-nya seperti itu, lebih baik nanti saja aku
menanyakan-nya jika suasana hati-nya sudah baik lagi.
Park Yeon Young pov
Sesedikit itukah
jumlah sekolah di Korea? Sampai-sampai ia harus jadi guru pengganti disini?
Menyebalkan sekali.
Seketika mataku
menangkap sesuatu. Ya! Namja! Tepat-nya sunbae baru yang kemarin aku temui di
kantor guru. Perlahan mood-ku mulai naik, tidak! Aku tidak akan mengejar namja
seperti dia. Bikin malu saja eoh.
“Kau belajar gila?”
ungkap Minwoo kepadaku yang membuat emosi-ku naik lagi, beruntung ia temanku.
Kalau bukan mungkin ia akan bernasib sama dengan Shin Ri Rin, mengingat-nya aku
malah tertawa. Dan membuat Sung Ra dan Minwoo melihatku makin dalam, bahkan
Sung Ra menyentuh keningku.
“YAA!!! Kau pikir
aku gila eoh? Aku hanya teringat Shin Ri Rin hahaha” ungkapku kepada mereka.
Sung Ra menggeleng dan Minwoo menahan tawa.
Hp-ku berbunyi dari nada-nya sepertinya Oppa yang sms
Pabo-ya Oppa {} : Bagaimana sekolahmu? Kata Henry kau menanyakan
guru pengganti Eunhyuk dengan sinis ya? Hahaha kau ini..
Park Yeon Young : Tidak peduli, nanti pas pulangan aku akan
menceritakan-nya kepadamu.
Pabo-ya Oppa {} : Eomma dan Appa akan pulang hari ini, Oppa tidak
tahu apa yang membuat mereka merubah jadwal ini..
Park Yeon Young : Eomma dan Appa sampai sini jam berapa? Trus
siapa yang jemputin? Kalau Eomma dan Appa pulang tidak membawa oleh-oleh
untukku lebih baik oppa suruh mereka kembali ke America saja hahaha…
Pabo-ya Oppa {} : Kita yang jemput.. Pesawat-nya sebentar lagi
sampai. Bersiaplah Oppa sebentar lagi sampai sekolah-mu..
Park Yeon Young : JINJJA?!! HAHAHAHAHAHA!!
Tapi gak yakin eh.
Biasanya kan oppa berbohong maka-nya adik-nya jadi seperti ini juga haha. Aku
melanjutkan kegiatan yang kulakukan sebelum-nya yaitu melihat kea rah sunbae
baru itu.
“Sudah dikasitau suruh siap-siap mau dijemput tapi masih asik
sendiri” Suara Leeteuk oppa mengagetkan-ku sambil mengacak-ngacak rambutku
“YAAAAA!!!!!!!!!!!!!” Teriakku yang diakhiri oleh tawaan dari
Minwoo dan Sung Ra
“Annyeong sunbae..” ucap Minwoo dan Sung Ra bersamaan
“Annyeong” jawab Oppa, dan mendapat tatapan sinis dariku
“KAJJA! LAMA SEKALI!” lanjut oppa yang langsung menarik badanku
seperti kucing(?)
“Yeon Young-ah.. eodi-ka?” Tanya Sung Ra
“Nanti aku LINE..” jawabku karna Leeteuk oppa terus menarik dan
merangkul-ku.
Di Mobil
“So, kenapa kau menanya-kan sesuatu dengan sinis tentang guru
pengganti baru-mu?” Tanya-nya kepadaku
“Dia Yeoja yang tadi malam.” Jawabku datar
“Yang menabrak-ku dengan tidak sengaja itu?”
“Ne, awalnya aku sudah mau memaafkan-nya, namun tingkah-nya yang
sok baik itu membuatku ingin menendang-nya keluar kelas”
Leeteuk pov
Mendengar cerita-nya rasa-nya aku ingin tertawa. Ia memang begitu,
susah dekat dengan orang baru, bahkan ia tidak segan-segan untuk menanyakan
sesuatu yang biasa namun jika didengar akan menyayat hati seseorang, ditambah
lagi dengan tatapan maut-nya.
“Kau tetap saja tidak berubah” ucapku sambil sedikit tertawa
Ia tidak menjawab, ia membuka Handphone-nya dan seperti-nya ia
membuka line
“Mau Line siapa?” tanyaku
“Sung Ra, aku ingin memberitahu-nya kalau aku ke bandara..”
“Oh… Oppa kira sunbae baru itu. Soal-nya tadi kau terlihat seperti
memperhatikan dia?”
Ia tidak menjawab namun tangan sebelah kanan-nya beralih ke
lengan-ku, ‘YAA!!’ teriakku ia mencubitku.
“Aku saja belum mengetahui nama-nya! Bagaimana bisa mengetahui
id-nya eoh?!” teriak-nya
“Perlukah oppa menanya-kan nama-nya untukmu?” tawarku
“SIRHEO! YANG ADA KAU MEMBUAT-KU SALAH TINGKAH TIDAK JELAS!”
Jawab-nya yang malah membuatku ingin menggoda-nya terus
“Oh.. atau… oppa cari rumah-nya dan cerita-nya kau tersesat dan
dia akan mengantarmu pulang, bagaimana?” tawarku lagi dengan nada jahil, aku
menoleh dan kulihat wajah-nya yang marah bercampur malu
“Kau kenapa?” tanyaku sambil tertawa
“Oppa! Aku ini marah! Tapi aku juga ingin tertawa, mungkin karena
aku menghayalkan hayalan ala sinetron murahan itu!!” teriaknya namun ia
langsung tertawa dengan nyaring. Entah kenapa aku langsung ikut
membayangkan-nya.
“OPPA LAMPU HIJAU!!” teriak-nya mengagetkanku
“Kau ini kenapa? Biasa-nya kau langsung menekan pedal gas saat
lampu hijau, atau ka..” belum selesai ia berbicara ia langsung mengeluarkan
tatapan sinis-nya namun kali ini berbeda, ia terlihat seperti sedang menahan
tawa
“BUAHAHAHAHA!!!!!!!!!!!!!” teriak-nya, sontak aku ikut tertawa. Betapa
gila-nya kami disaat hanya berdua, ledakan tawa yang tidak jelas, teriakkan
yang memekakan telinga, menonton film sambil memaki actor-nya dan masih banyak
lagi, tapi semua berubah ketika kami bertemu rekan kerja Eomma dan Appa, kami
berdua akan bersikap sangat sopan bahkan tertawa dengan sangat sopan,
benar-benar muka dua hahaha!
Park Yeon Young pov
Finally mood
baik-ku kembali hanya dengan bersama oppa yang absurd-nya sejagad raya, aku
tidak tau apa yang terjadi jika kita berpisah. Mungkin tidak akan ada lagi
teriakkan dan ledakkan tawa yang biasa-nya kita lakukan setiap hari. Yang aku
takutkan adalah, jika ada orang ke-3 dan ke-4 yang datang dan merusak
kebersamaan antara aku dan oppa-ku itulah mengapa aku berharap Oppa-ku belum
memiliki Yeoja chingu sebelum aku mendapatkan seseorang yang dapat menjaga-ku
seperti-nya.
“SAMPAI! KAJJA TURUN!!” teriak-nya sambil mematikan mesin mobil
Skip>>
Incheon international Airport
“YAA! Lama sekali..” omelku sambil menyandarkan kepalaku di pundak
oppa
“Sabar-lah..” jawab oppa sambil merangkul-ku
5 menit kemudian aku melihat eomma dan appa dari belakang, aku
berlari dan memeluk mereka dari belakang
“Jeongmal Bogoshippo!! Eomma Appa..” teriak-ku
“YEODONGSAENG-AH!!” teriak oppa, aku menoleh dan ia menggeleng
yang mengartikan “jangan peluk mereka” aku menaikkan alisku dan saat aku
menoleh
“Maaf nak salah orang..”
SHIT!! Lebih baik aku mati sekarang! Sungguh memalukan!!! Aku menoleh ke arah
Oppa (kanan) dan kulihat ia tertawa dari kejauhan! Jahat sekali-__-!
“Ah.. Jwesonghamnida” jawabku
sambil membungkuk-kan badan-ku, aku setengah hidup mengubah ekspresi wajahku
menjadi biasa saja, aku menoleh ke sebelah kiri dan ternyata Eomma dan Appa
juga melihat-nya dan ikut tertawa dan ada Oppa disamping mereka, sejak kapan
oppa berada disitu eoh?-_-
“Tidak apa-apa nak” jawab kedua pasangan suami istri itu sambil
tersenyum, aku balik tersenyum untuk menyembunyikan rasa Maluku. Aku
menghampiri Eomma dan Appa dan mereka bertiga tetap saja tertawa-_-
menyebalkan, aku hanya menggigit bibir bawah-ku dan menundukkan kepalaku
“Kasian sekali anak Eomma..”kata Eomma lalu memeluk-ku dan disusul
Appa yang ikut memelukku, setelah Eomma dan Appa melepaskan pelukan-nya aku
langsung memeluk Oppa dan membisiki-nya “Oppa sungguh… aku sangat malu” aku
mendongakkan kepalau untuk melihat wajah-nya, ia tersenyum yaa walaupun aku tau
jika ia ingin tertawa.
Author pov
Diperjalanan menuju rumah mereka berempat tertawa, bertukar cerita
layak-nya keluarga kecil yang harmonis dan sedikit gila, orang tua mereka
ternyata juga sama gila-nya seperti kedua anak kesayangan-nya itu,
“Nanti malam ikut Eomma dan Appa ne..” Tanya Appa
“Kemana?” tanyaku
“Ada dinner bersama keluarga dari rekan appa” jawab eomma sambil
mengelus kepalaku
“Oppa, berarti kita harus menggunakan tertawa sangat sopan kita”
kataku ke Oppa yang sedang menyetir
“Ne!” jawab oppa sambil tertawa
Park Yeon Young pov
Kami tidak langsung
kerumah, melainkan mencari restoran untuk makan, karna kami semua sudah kelewat
lapar.
“Eomma..” kataku manja
“Ne? Waeyo?” jawab Eomma
"Apa Eomma membawakan oleh-oleh untukku dan oppa?”
“Ne.. pasti.. tidak mungkin Eomma tidak membelikan sesuatu untuk
kalian berdua, Nanti malam kau memakai Dress yang eomma belikan dan Leeteuk kau juga harus memakai Tuxedo yang
sudah appa belikan, Ara?”
“Ne.. Araseo eomma..” jawabku dan Oppa bersamaan
“Satu lagi, jangan bermain Handphone” Tambah Appa
“Ne.” jawabku singkat
Dirumah
Aku merebahkan badanku di kasur di kamar Oppa
“Sepenting itukah?” tanyaku kepada Oppa
“Molla.. sampai-sampai kita tidak boleh memainkan handphone?”
balas Oppa
“Ada Ultrabook”
“Jangan macam-macam.. Handphone saja tidak boleh apalagi Ultrabook..”
“Aku akan beralasan bahwa aku memiliki tugas..”
“Pintar sekali berbohong-mu” jawab Oppa sambil menggelengkan
kepala-nya
Malam harinya
Aku melangkahkan kakiku ke ruang sepatu untuk mengambil sneakers
yang aku beli bersama oppa
“Letakkan sneakers-nya” Eomma mengagetkanku
Dengan sigap aku langsung meletakkan sneakersku dan mengambil flat
shoes
“Good..” kata Eomma dan pergi
Apa-apaan.. -_-
“Leeteuk, Yeon Young eomma dan appa pergi duluan.. nanti kalian
menyusul ne..”
“NEE!!!!!” teriakku mantap, it’s a good news eomma jd aku bisa
mengomel habis-habisan saat perjalanan pergi dan pulang dari restoran dan yang
jadi pelampiasan tentu saja OPPA.
Diparkiran restoran
“Kau sudah membawa laptop-nya?” Tanya oppa kepadaku
“Sudah..”
“Ready for act?”
“Ready” jawabku sambil tertawa
“Okey, Kajja..”
Didepan pintu restoran aku mulai menggandeng tangan Oppa, aku dan
Oppa memasuki restoran aku menoleh ke kanan dan kiri mencari eomma, Eomma
melambaikan tangan-nya
“Itu Eomma” kataku ke Leeteuk oppa, seperti-nya itu anak dari
rekan Appa, anak itu menoleh dan
“OMO! KENAPA DUNIA SEMPIT SEKALI?!”
Notes:
Reader.. Mian kalo banyak typo-_- by the way siapa ya yang menjadi
anak dari rekan kerja Appa-nya Park Yeon Young dan Park Jungsu? We’ll see it
later ya.. Oiya.. Readers coment dong..
don’t be silent readers ara? Annyeong..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar