Senin, 06 Oktober 2014

FF IMAGINE pt.2

FF IMAGINE part. 2


 





 Cast : Park Yeon Young (as you), Kim Joon Myeon(Exo), Leeteuk/Park Jungsu (Super Junior)(Park Yeon Young Oppa) , Lim Sung Ra (as your friend) , Kim Jong Dae (Exo), No Minwoo (Boyfriend)(as your friend), Henry Lau (Super Junior)(Sasangnim, Leeteuk chingu), Kang So Ra
Author : @Ernizya_andini
Genre : Romance, Family, Friendship, Friendzone(?)
Typo betebaran /wakwaw /

Story :
Author  pov
Brukk
“OMO!!” teriak Yeon Young
Seorang yeoja menabrak oppa-nya, sontak Yeon Young langsung menolong Oppa-nya itu.
“Ya! Kau ini kenapa? Jalanan sudah dibuat lurus kau bisa-bisanya menabrak Oppaku eoh? Apa salah oppa-ku Huh?!” teriak Yeon Young
“Yeodongsaeng-ah gwenchana..” jawab Leeteuk
“Ah.. Ahjussi jwesonghamnida <formal>” ucap yeoja ini sambil membungkukkan badannya dengan sopan.
“Enak sekali meminta maaf” jawab Yeon Young ketus
Seketika Leeteuk langsung menutup mulut yeodongsaeng-nya yang memiliki lisan pedas itu
“Ahh tidak apa-apa..” jawab Leeteuk
Yeon Young yang kesal langsung melepaskan tangan oppa-nya dari mulut-nya dan beranjak pergi ke arah mobil, dan Leeteuk langsung mengejarnya, takut Yeodongsaeng-nya diculik orang(?)   
Yeon Young mengercutkan bibir-nya yang menandakan ia sudah kelewat kesal.

Yeon Young pov
Apa-apaan! Untuk apa ada hukum didunia ini kalau segala-nya bisa diselesaikan dengan kata-kata “MAAF”?
“Yeodongsaeng-ah..” teriak Leeteuk oppa
“Cepat buka pintu mobil, aku ingin pulang dan tidur, besok aku harus pergi sekolah” jawabku dengan nada datar
Di mobil
“Aku tidak suka yeoja seperti itu, kelihatan-nya hanya mencari perhatian” kataku
“Jangan seperti itu Yeodongsaeng-ah..”
“NE..”
Oppa hanya menaikkan alisnya dan tersenyum

Author pov
Keesokan harinya
Hari berjalan seperti biasanya Yeon Young yang susah dibangun-kan , perdebatan kecil di pagi hari canda tawa mereka di pagi hari.

Disekolah , tepatnya dikelas saat bel sudah berbunyi, Henry sasangnim datang diikuti seorang yeoja
“Nuguya?” ungkap Yeon Young kepada kedua temannya
“Molla..” jawab Sung Ra yang di-angguki oleh Minwoo
Yeon Young tidak begitu memperhatikan yeoja yang memasuki kelas-nya itu. Ia tetap fokus menatap layar laptop-nya, entah apa yang ia lihat.
“Ini sasannim pengganti baru kalian. Silahkan perkenalkan diri anda” ucap henry sasangnim yang membuat Yeon Young tertarik sehingga ia mulai memperhatikan yeoja yang daritadi tertunduk ini.
“Annyeong, Kang So Ra imnida, senang bertemu kalian.” Ucap yeoja ini sambil tersenyum.
“Mwo? Bukankah ini yeoja yang menabrak oppa tadi malam?” batin Yeon Young
“Berhubung sasangnim Biologi / Eunhyuk sasangnim sedang tidak berada di Korea maka Kang So Ra akan menggantikan-nya” lanjut Henry sasangnim
Yeon Young menatap yeoja didepan-nya ini dengan tatapan sinis-nya
“Park Yeon Young, waeyo?” Tanya Henry
“Darimana kau mendapatkan guru pengganti seperti dia? Apa kau yakin dengan yeoja ini?, maksud-ku apakah yeoja ini bisa mengajari kita dengan baik? ” Tanya Yeon Young dengan rasa tidak bersalah-nya
Sung Ra dan Minwoo langsung menelan saliva-nya sedangkan Henry menaikkan sebelah alisnya yang mengartikan “maksudnya apa?”
Sedangkan Minwoo menyikut Yeon Young untuk memastikan kalau Yeon Young hanya bercanda, lebih tepat-nya Minwoo dan Sung Ra mengira kalau Yeon Young hanya bercanda.
 Namun jika dilihat dari tatapan dan ekspresi-nya Yeon Young tidak sedang bercanda, lebih tepatnya ia memasang ekspresi menantang dan sinis andalan-nya, alih-alih menjawab pertanyaan Yeon Young. Henry malah mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan bahwa ia masih memiliki urusan di Kantor guru.

          “Atas dasar apa Henry oppa mengalihkan pembicaraan seperti itu huh?, lebih baik aku memainkan tab-ku daripada harus mendengarkan perkataan yeoja yang sekarang memiliki jabatan sebagai guru pengganti ini” batin Yeon Young
Disaat Yeon Young sedang asik memainkan tab-nya.
“Em.. Park Yeon Young, bisakah kau menyimpan tab-mu dan memperhatikan pelajaran?” ucap Kang So Ra dengan sopan dan tersenyum
          Diperlakukan seperti itu Park Yeon Young tambah sebal, ‘Sok baik’ batin Yeon Young.
“HMmmm…” jawab Yeon Young, dan dengan terpaksa ia memasukkan tab-nya kedalam tas dan mulai melihat ke arah papan tulis lebih tepatnya pura-pura memperhatikan. Lagi-lagi Kang So Ra tersenyum, dan membuat Yeon Young makin sebal dengan ulah-nya.

          Bel berbunyi menandakan waktu untuk istirahat, sebelum Kang So Ra selesai menutup pelajaran Park Yeon Young lansgung berdiri dan keluar kelas, Kang So Ra hanya bisa diam dengan tindakan yang dilakukan Yeon Young.

Kang So Ra pov
          Aku ingat sekarang, dia anak yang tadi malam bertemu denganku di Han River. Aku menabrak Oppa-nya tadi malam dan Ia marah. Segitu marah-nya kah dia?

Lim Sung Ra pov
          Aku dan Minwoo mencari Yeon Young, mungkin ia di kantin. Betul. Ia dikantin, aku dan Minwoo langsung menghampiri-nya dan ingin menanyakan ada apa dengan-nya, mengapa ia seperti tidak suka dengan sasangnim pengganti itu.
          “Kau?..” ucap Minwoo yang langsung dipotong dengan Yeon Young
          “Jangan bahas tentang Yeoja itu, aku sedang tidak mood”
Minwoo langsung terdiam, siapa yang berani mencari gara-gara dengan-nya saat ia sedang seperti ini? Membicarakan ini aku jadi ingat Shin Ri Rin, sunbae yang pernah diamuk oleh Yeon Young, tapi anak itu sudah lulus dan rumor-nya pindah ke Jepang untuk melanjutkan SMA-nya disana

Flashback
Author pov
          Saat itu jam istirahat, Yeon Young sedang memakan ice cream-nya dan sedang tertawa bersama Sung Ra dan Minwoo. Yeon Young awal-nya sedang tidak mood namun lama kelamaan Mood-nya sudah kembali.
“Park Yeon Young kau ini kenapa sih kalau melihat orang sinis seperti itu” ungkap Shin Ri Rin sambil menggebrak meja tempat mereka bertiga.
“Masalah?” balas Yeon Young dengan santai namun berkesan menantang
“Kau siapa berani berbicara seperti itu kepadaku hah?!” Teriak Shin Ri Rin dengan kesal dan membuat perhatian seluruh kantin.
“Kau sudah tau namaku kan? Park Yeon Young, apa aku perlu mengajarimu untuk mengeja namaku?” jawab Yeon Young dengan nada yang sedikit di naik-kan
“Aku ini sunbae-mu kau harus bersikap baik kepadaku, setidak-nya kau harus membungkuk jika bertemu denganku!” teriak Shin Ri Rin sambil menggebrak meja.
          Yeon Young berdiri dan menggebrak meja “Aku tidak peduli kau siapa, walaupun kau ini sunbae. Kau bukan siapa siapa! Sunbae itu memberi contoh yang baik! Bukan seperti ini! PABO!” bentak Yeon Young.
          Keesekokan hari-nya Shin Ri Rin mendatangin Yeon Young ke kelas-nya. Shin Ri Rin membawa teman-temannya. Shin Ri Rin merasa tidak terima karna telak ia kalah dengan Yeon Young di kantin.
          Perang hari ini menyebabkan kerusakan fasilitas dikelas-nya karna entah mungkin 5 kursi dan 1 meja dilempar Yeon Young yang memang sedang memiliki masalah dari rumah. Itu membuat Shin Ri Rin  dan teman-temannya harus mendekap di UKS karena lebam di tubuh-nya akibat ulah Yeon Young yang melempar meja dan kursi. Itu membuat orang tua Shin Ri Rin datang kesekolah , namun jelas Yeon Young yang menang karena para sasangnim berpihak pada Yeon Young dan Shin Ri Rin yang memancing emosi-nya

Flashback end

Minwoo pov
          Seperti-nya Yeon Young memiliki masalah dengan So Ra sasangnim, namun baru saja aku ingin bertanya namun ia sudah menjawab-nya seperti itu, lebih baik nanti saja aku menanyakan-nya jika suasana hati-nya sudah baik lagi.
         
Park Yeon Young pov
          Sesedikit itukah jumlah sekolah di Korea? Sampai-sampai ia harus jadi guru pengganti disini? Menyebalkan sekali.
          Seketika mataku menangkap sesuatu. Ya! Namja! Tepat-nya sunbae baru yang kemarin aku temui di kantor guru. Perlahan mood-ku mulai naik, tidak! Aku tidak akan mengejar namja seperti dia. Bikin malu saja eoh.
          “Kau belajar gila?” ungkap Minwoo kepadaku yang membuat emosi-ku naik lagi, beruntung ia temanku. Kalau bukan mungkin ia akan bernasib sama dengan Shin Ri Rin, mengingat-nya aku malah tertawa. Dan membuat Sung Ra dan Minwoo melihatku makin dalam, bahkan Sung Ra menyentuh keningku.
          “YAA!!! Kau pikir aku gila eoh? Aku hanya teringat Shin Ri Rin hahaha” ungkapku kepada mereka. Sung Ra menggeleng dan Minwoo menahan tawa.
Hp-ku berbunyi dari nada-nya sepertinya Oppa yang sms
Pabo-ya Oppa {} : Bagaimana sekolahmu? Kata Henry kau menanyakan guru pengganti Eunhyuk dengan sinis ya? Hahaha kau ini..
Park Yeon Young : Tidak peduli, nanti pas pulangan aku akan menceritakan-nya kepadamu.
Pabo-ya Oppa {} : Eomma dan Appa akan pulang hari ini, Oppa tidak tahu apa yang membuat mereka merubah jadwal ini..
Park Yeon Young : Eomma dan Appa sampai sini jam berapa? Trus siapa yang jemputin? Kalau Eomma dan Appa pulang tidak membawa oleh-oleh untukku lebih baik oppa suruh mereka kembali ke America saja hahaha…
Pabo-ya Oppa {} : Kita yang jemput.. Pesawat-nya sebentar lagi sampai. Bersiaplah Oppa sebentar lagi sampai sekolah-mu..
Park Yeon Young : JINJJA?!! HAHAHAHAHAHA!!
          Tapi gak yakin eh. Biasanya kan oppa berbohong maka-nya adik-nya jadi seperti ini juga haha. Aku melanjutkan kegiatan yang kulakukan sebelum-nya yaitu melihat kea rah sunbae baru itu.
“Sudah dikasitau suruh siap-siap mau dijemput tapi masih asik sendiri” Suara Leeteuk oppa mengagetkan-ku sambil mengacak-ngacak rambutku
“YAAAAA!!!!!!!!!!!!!” Teriakku yang diakhiri oleh tawaan dari Minwoo dan Sung Ra
“Annyeong sunbae..” ucap Minwoo dan Sung Ra bersamaan
“Annyeong” jawab Oppa, dan mendapat tatapan sinis dariku
“KAJJA! LAMA SEKALI!” lanjut oppa yang langsung menarik badanku seperti kucing(?)
“Yeon Young-ah.. eodi-ka?” Tanya Sung Ra
“Nanti aku LINE..” jawabku karna Leeteuk oppa terus menarik dan merangkul-ku. 

Di Mobil
“So, kenapa kau menanya-kan sesuatu dengan sinis tentang guru pengganti baru-mu?” Tanya-nya kepadaku
“Dia Yeoja yang tadi malam.” Jawabku datar
“Yang menabrak-ku dengan tidak sengaja itu?”
“Ne, awalnya aku sudah mau memaafkan-nya, namun tingkah-nya yang sok baik itu membuatku ingin menendang-nya keluar kelas”

Leeteuk pov
Mendengar cerita-nya rasa-nya aku ingin tertawa. Ia memang begitu, susah dekat dengan orang baru, bahkan ia tidak segan-segan untuk menanyakan sesuatu yang biasa namun jika didengar akan menyayat hati seseorang, ditambah lagi dengan tatapan maut-nya.
“Kau tetap saja tidak berubah” ucapku sambil sedikit tertawa
Ia tidak menjawab, ia membuka Handphone-nya dan seperti-nya ia membuka line
“Mau Line siapa?” tanyaku
“Sung Ra, aku ingin memberitahu-nya kalau aku ke bandara..”
“Oh… Oppa kira sunbae baru itu. Soal-nya tadi kau terlihat seperti memperhatikan dia?”
Ia tidak menjawab namun tangan sebelah kanan-nya beralih ke lengan-ku, ‘YAA!!’ teriakku ia mencubitku.
“Aku saja belum mengetahui nama-nya! Bagaimana bisa mengetahui id-nya eoh?!” teriak-nya
“Perlukah oppa menanya-kan nama-nya untukmu?” tawarku
“SIRHEO! YANG ADA KAU MEMBUAT-KU SALAH TINGKAH TIDAK JELAS!” Jawab-nya yang malah membuatku ingin menggoda-nya terus
“Oh.. atau… oppa cari rumah-nya dan cerita-nya kau tersesat dan dia akan mengantarmu pulang, bagaimana?” tawarku lagi dengan nada jahil, aku menoleh dan kulihat wajah-nya yang marah bercampur malu
“Kau kenapa?” tanyaku sambil tertawa
“Oppa! Aku ini marah! Tapi aku juga ingin tertawa, mungkin karena aku menghayalkan hayalan ala sinetron murahan itu!!” teriaknya namun ia langsung tertawa dengan nyaring. Entah kenapa aku langsung ikut membayangkan-nya.
“OPPA LAMPU HIJAU!!” teriak-nya mengagetkanku
“Kau ini kenapa? Biasa-nya kau langsung menekan pedal gas saat lampu hijau, atau ka..” belum selesai ia berbicara ia langsung mengeluarkan tatapan sinis-nya namun kali ini berbeda, ia terlihat seperti sedang menahan tawa
“BUAHAHAHAHA!!!!!!!!!!!!!” teriak-nya, sontak aku ikut tertawa. Betapa gila-nya kami disaat hanya berdua, ledakan tawa yang tidak jelas, teriakkan yang memekakan telinga, menonton film sambil memaki actor-nya dan masih banyak lagi, tapi semua berubah ketika kami bertemu rekan kerja Eomma dan Appa, kami berdua akan bersikap sangat sopan bahkan tertawa dengan sangat sopan, benar-benar muka dua hahaha!

Park Yeon Young pov
          Finally mood baik-ku kembali hanya dengan bersama oppa yang absurd-nya sejagad raya, aku tidak tau apa yang terjadi jika kita berpisah. Mungkin tidak akan ada lagi teriakkan dan ledakkan tawa yang biasa-nya kita lakukan setiap hari. Yang aku takutkan adalah, jika ada orang ke-3 dan ke-4 yang datang dan merusak kebersamaan antara aku dan oppa-ku itulah mengapa aku berharap Oppa-ku belum memiliki Yeoja chingu sebelum aku mendapatkan seseorang yang dapat menjaga-ku seperti-nya.
“SAMPAI! KAJJA TURUN!!” teriak-nya sambil mematikan mesin mobil
Skip>>

Incheon international Airport
“YAA! Lama sekali..” omelku sambil menyandarkan kepalaku di pundak oppa
“Sabar-lah..” jawab oppa sambil merangkul-ku
5 menit kemudian aku melihat eomma dan appa dari belakang, aku berlari dan memeluk mereka dari belakang
“Jeongmal Bogoshippo!! Eomma Appa..” teriak-ku
“YEODONGSAENG-AH!!” teriak oppa, aku menoleh dan ia menggeleng yang mengartikan “jangan peluk mereka” aku menaikkan alisku dan saat aku menoleh



 “Maaf nak salah orang..” SHIT!! Lebih baik aku mati sekarang! Sungguh memalukan!!! Aku menoleh ke arah Oppa (kanan) dan kulihat ia tertawa dari kejauhan! Jahat sekali-__-!
“Ah.. Jwesonghamnida”  jawabku sambil membungkuk-kan badan-ku, aku setengah hidup mengubah ekspresi wajahku menjadi biasa saja, aku menoleh ke sebelah kiri dan ternyata Eomma dan Appa juga melihat-nya dan ikut tertawa dan ada Oppa disamping mereka, sejak kapan oppa berada disitu eoh?-_-
“Tidak apa-apa nak” jawab kedua pasangan suami istri itu sambil tersenyum, aku balik tersenyum untuk menyembunyikan rasa Maluku. Aku menghampiri Eomma dan Appa dan mereka bertiga tetap saja tertawa-_- menyebalkan, aku hanya menggigit bibir bawah-ku dan menundukkan kepalaku
“Kasian sekali anak Eomma..”kata Eomma lalu memeluk-ku dan disusul Appa yang ikut memelukku, setelah Eomma dan Appa melepaskan pelukan-nya aku langsung memeluk Oppa dan membisiki-nya “Oppa sungguh… aku sangat malu” aku mendongakkan kepalau untuk melihat wajah-nya, ia tersenyum yaa walaupun aku tau jika ia ingin tertawa.

Author pov
Diperjalanan menuju rumah mereka berempat tertawa, bertukar cerita layak-nya keluarga kecil yang harmonis dan sedikit gila, orang tua mereka ternyata juga sama gila-nya seperti kedua anak kesayangan-nya itu,
“Nanti malam ikut Eomma dan Appa ne..” Tanya Appa
“Kemana?” tanyaku
“Ada dinner bersama keluarga dari rekan appa” jawab eomma sambil mengelus kepalaku
“Oppa, berarti kita harus menggunakan tertawa sangat sopan kita” kataku ke Oppa yang sedang menyetir
“Ne!” jawab oppa sambil tertawa

Park Yeon Young pov
          Kami tidak langsung kerumah, melainkan mencari restoran untuk makan, karna kami semua sudah kelewat lapar.

“Eomma..” kataku manja
“Ne? Waeyo?” jawab Eomma
"Apa Eomma membawakan oleh-oleh untukku dan oppa?”
“Ne.. pasti.. tidak mungkin Eomma tidak membelikan sesuatu untuk kalian berdua, Nanti malam kau memakai Dress yang eomma belikan dan  Leeteuk kau juga harus memakai Tuxedo yang sudah appa belikan, Ara?”
“Ne.. Araseo eomma..” jawabku dan Oppa bersamaan
“Satu lagi, jangan bermain Handphone” Tambah Appa
“Ne.” jawabku singkat

Dirumah
Aku merebahkan badanku di kasur di kamar Oppa
“Sepenting itukah?” tanyaku kepada Oppa
“Molla.. sampai-sampai kita tidak boleh memainkan handphone?” balas Oppa
“Ada Ultrabook”
“Jangan macam-macam.. Handphone saja tidak boleh apalagi Ultrabook..”
“Aku akan beralasan bahwa aku memiliki tugas..”
“Pintar sekali berbohong-mu” jawab Oppa sambil menggelengkan kepala-nya

Malam harinya
Aku melangkahkan kakiku ke ruang sepatu untuk mengambil sneakers yang aku beli bersama oppa
“Letakkan sneakers-nya” Eomma mengagetkanku
Dengan sigap aku langsung meletakkan sneakersku dan mengambil flat shoes
“Good..” kata Eomma dan pergi
Apa-apaan.. -_-

“Leeteuk, Yeon Young eomma dan appa pergi duluan.. nanti kalian menyusul ne..”
“NEE!!!!!” teriakku mantap, it’s a good news eomma jd aku bisa mengomel habis-habisan saat perjalanan pergi dan pulang dari restoran dan yang jadi pelampiasan tentu saja OPPA.
Diparkiran restoran
“Kau sudah membawa laptop-nya?” Tanya oppa kepadaku
“Sudah..”
“Ready for act?”
“Ready” jawabku sambil tertawa
“Okey, Kajja..”
Didepan pintu restoran aku mulai menggandeng tangan Oppa, aku dan Oppa memasuki restoran aku menoleh ke kanan dan kiri mencari eomma, Eomma melambaikan tangan-nya
“Itu Eomma” kataku ke Leeteuk oppa, seperti-nya itu anak dari rekan Appa, anak itu menoleh dan
“OMO! KENAPA DUNIA SEMPIT SEKALI?!”

Notes:
Reader.. Mian kalo banyak typo-_- by the way siapa ya yang menjadi anak dari rekan kerja Appa-nya Park Yeon Young dan Park Jungsu? We’ll see it later ya..  Oiya.. Readers coment dong.. don’t be silent readers ara? Annyeong..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar